BOSAR MALIGAS

Logo Simalungun Camat Bosar Maligas Drs.Diding Yusni Damanik

Gambaran Umum Kecamatan Bosar Maligas

Sejarah Ringkas

I. Kecamatan Bosar Maligas terbentuk berdasarkan Undang Undang No.7 Tahun 1956 tentang pembentukan Otonomi Daerah Kabupaten dalam lingkungan Provinsi Sumatera Utara (Lembaran Negara No..58,Tambahan Lembaran Negara No.1092).
 Selanjutnya pada Tahun 1979 Kantor Camat Bosar Maligas mulai dibangun diatas tanah seluas 240 M2,yang mana pada saat itu wilayah Kecamatan Bosar Maligas terdiri dari 15 Desa,kemudian terjadi pemekaran wilayah Kecamatan Bosar Maligas menjadi 2.

  1. Kecamatan Bosar Maligas, dan
  2. Kecamatan Perwakilan Bosar Maligas Timur,

Kecamatan perwakilan Bosar Maligas Timur selanjutnya menjadi Kecamatan Ujung Padang.


II. Dengan pemekaran tersebut,maka wilayah Kecamatan Basar Maligas menjadi 8 Desa,yaitu: 
Bosar Maligas,Sei Mangkei,Boluk,Mayang,Gunung Bayu,Talun Saragih,Dusun Pengkolan dan Parbutaran.

Pada Tahun 2000 Bupati Simalungun membuat keputusan Nomor 141/3623/Pemdes.
Menetapkan,penyesuaian Sebutan/Peristilahan Desa di Kabupaten Simalungun

  1. Desa menjadi Nagori,
  2. Kepala Desa menjadi Pangulu,
  3. Dusun menjadi Huta,
  4. Kepala Dusun menjadi Gamot,
  5. Badan Perwakilan Desa menjadi Maujana,
  6. Rukun Warga menjadi Urung,
  7. Rukun Tetangga menjadi dihilangkan karena selama ini tidak berpungsi,
  8. Perangkat Desa menjadi Tungkat Nagori,

Pada Tahun 2002 atas Prakarsa masyarakat beberapa Nagori yaitu: Nagori Dusun Pengkolan mengusulkan pemekaran, Menjadi 3 Nagori:

  1. Nagori Dusun Pengkolan,
  2. Nagori Teladan,dan
  3. Nagori Adil Makmur.

Nagori Parbutran juga mengusulkan pemekaran,menjadi 4 Nagori yaitu:

  1. Nagori Parbutaran,
  2. Nagori Marihat Tanjung,
  3. Nagori Marihat Butar,dan
  4. Nagori Sei Torop

Kemudian pada thn.2004,Nagori Boluk juga mengusulkan pemekaran menjadi 3 Nagori yaitu:

  1. Nagori Boluk,
  2. Nagori Tempel Jaya dan
  3. Nagori Sidomulyo.

Tiga Tahun berikutnya tepatnya di Tahun 2007,secara bersamaan Nagori Talun Saragih dimekarkan menjadi 2.Yakni:

  1. Nagori Talun Saragih dan
  2. Nagori Mekar Rejo.

Dan Nagori Gunung Bayu juga dimekarkan menjadi 2,Yaitu:

  1. Nagori Gunung Bayu dan
  2. Nagori Naggar Bayu.

Sesuai dengan dasar pembentukan Nagori pemekaran, berdasarkan peraturan Bupati Simalungun No.9 Tahun 2008,tentang pembentukan Nagori Persiapan Hasil Pemekaran Tahun 2007 di Kabupaten Simalungun Tgl.13 Maret 2008.Sehingga sejak Tahun 2007, wilayah Kecamatan Bosar Maligas terdiri dari 16.Nagori dan 1 Kelurahan.

Dibawah ini Nama Nama Nagori/Nama Pangulu dan Kelurahan/Nama Lurah saat ini:

  1. Nagori Parbutaran Pangulu Waljino.
  2. 
Nagori Mayang Pangulu Ir Sugianto.
  3. Nagori Boluk Pangulu Normah Sembiring.
  4. Nagori Sei Mangkei Pangulu Edi Susanto.
  5. Nagori Gunung Bayu Pangulu Risnawaty Sinaga.
  6. Nagori Talun Saragih Pangulu Gianto.
  7. Nagori Dusun Pengkolan Pangulu Yusnadi.
  8. Nagori Sei Torop Pangulu Polman Sinaga. S.Pdi.
  9. Nagori Marihat Tanjung Pangulu M Suryawan.
  10. Nagori Marihat Butar Pangulu Saprudin Ginting.
  11. Nagori Teladan Pangulu Togu Hutapea.
  12. Nagori Adil Makmur Pangulu Sunyono
  13. Kelurahan Bosar Maligas Lurah Sukamto.
  14. Nagori Tempel Jaya Pangulu Joni Iskandar Sibuea.
  15. Nagori Sidomulyo Pangulu Sumadi.
  16. Nagori Mekar Rejo Pangulu Suparmin
  17. Nagori Naggar Bayu Pangulu Supriadi.

Lihat pps-adilmakmur

19 comments on “BOSAR MALIGAS

  1. Assalamu alaikum wr wb, Horass. Saya merupakan salah satu anak yang dilahirkan di Bosar maligas. Sekolah dasar saya di.Boluk, kapan lah jalan kami bagus. sampai hari ini belum pernah ada pembangunan jalan, apalagi kampungku Panggalangan.

    • bener bget..setiap kali mudik pulang kampung..sedih liat kondisi jalan disana…kampungku sudah tidak seindah dulu…

  2. Bosar maligas ,tanah kelahiranku sdh 43 tahun diusiaku yang sekarang ,tetapi selama 43 tahun pembangunan di tempat aku dilahirkan sepertinya tidak ada apa apanya dibanding dengan hasil bumi yang dikeluarkan oleh bosar maligas.yang sungguh menyedihkan masarakat banyak yang hijrah keluar daerah, karena daerah dia dilahirkan tidak lagi menjanjikan kehidupan ,pendidikan bagi anak anaknya.mari rapatkan barisan untuk membangun daerah kita ini

    • Hasil bumi kelapa sawit telah meninabobokkan sebahagian masyarakat bosar maligas,sehingga menimbulkan pola pikir yang salah tidak mau menyekolahkan tinggi tinggi anaknya toh katanya sekolah itu ujung ujungnya untuk cari kerja dan duit,inilah salah satu penyebabnya bagaimana bosar maligas /simalungun bawah bisa maju?
      nyaris birokrasi kabupaten simalungun di kuasai oleh simalungun atas …..

    • Ayooo, saya dukung. Percuma kita dekat dengan kawasan industri jika jalan kita tetap hancur. Katanya Otonomi, tapi tidak ada pembangunan. Setiap tahun saya pulang kampung, bergitu – begitu juga.

  3. orang tua saya asli orang bosar maligas..
    opung saya dulu pengulu nagori boluk bpk. Nursilam Sinaga(alm)
    saya do’a kan semoga bosar maligas semakin maju…

      • oh ya pak sma”…
        ada salam juga dri ayah saya Makmur Sinaga( Kal-Bar) buat org” boluk
        thanks

      • salam bosar maligas,,saya turut prihatin atas pembangunan boluk jg sekitarnya,saya prihatin jg kpd anak muda mudi bosar maligas karena sudah terjerumus narkoba & miras,contohnya di kampung kita ini Boluk,,simpang 3 itu sdh bagaikan ajang komunitas buruk stiap malamnya,pangulu atau gamot tidak andil disini karena kurangnya sosialisasi tentang bahayanya narkoba,dengn menggelontorkan sdikit dana kas desa kita bisa undang muda mudi untuk bersosialisasi,contohnya lomba volley,di kata sambutan,di slogan”,umbul” bisa kita sematkan kata ” say no to drugs for Boluk”.
        salam horas!
        group facebook,’Parboluk’

  4. ciri-ciri kota ialah:
    adanya kecamatan dan kelurahan, namun apa yang terjadi di kecamatan bosar maligas, tepatnya di pasar baru jalan nya penuh dengan lubang. Semoga bapak2 wakil dari bosar maligas memperhatikan akses jalan kami.

  5. Ass.mualaikum…
    Bagaimana tidak,,, kalo community development dari perusahaan perkebunan besar sampe ke masyarakat, pastinya, sarana jalan mulus. berapa “fee” yg diterima… untuk masyarakat,,, pastinya,,, ada,, beasiswa keluaga yg tak mampu,,, (ada: tapi hanya segelintir saja… so by the way,,. Akses jalannya dibenahi,,, kalo pulang kampung “mules batuhaku”. thanks.. All the best for admin….

  6. Berdasarkan Undang-undang No.7 Tahun 1956 berarti sudah 54 tahun Bosar Maligas usianya. Tetapi selama 54 tahun itu kemajuan apa yang sudah dicapai Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam mendorong pembangunan untuk kesejahteraan rakyatnya? Cobalah lihat betapa banyak jumlah masyarakat Bosar Maligas yang terpakasa meninggalkan tanah kelahirannya karena kecamatan ini tidak dapat memberi mereka kehidupan.

    • Yang menjadi tugas kita bersama,bagai mana mengajak/memberikan kesadaran kepada perantau,dalam tanda kutip yg sudah berhasil diperantauan bisa pulang dan dan membangun kampung halamannya,paling tidak ada kemauan untuk itu.

    • assalamu’alaiku wr wb.orang tua saya juga termasuk salah satu putra bosar maligas tepatnya desa siringan-ringan.dan waktu itu atok saya pengulunya bernama sulaiman.yg merantau ditebing tinggi.dikarenakan sulitnya ekonomi didesa itu.tuk warga bosar maligas yg sudah mapan dirantau hendaklah kembali dan bangun nagori nya.terutama di siringan-ringan slam buat org2siringan-ringan bosar maligas semua wasallam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s