MASYARAKAT PALAS GELISAH


Masyarakat Palas Gelisah

Jakarta,
Masyarakat Padang Lawas (PALAS) Sumatera Utara meminta Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arfin agar ekstra hati hati memberikan Rekomendasi atau persetujuan terhadap pelaksanaan…Eksekusi lahan 47000 hektar kebun Kelapa Sawit tersebut.
“Suasana hati kami disini gelisah.Maka dengan segala kerendahan hati kami berharap Gubernur bersikap arif dan bijaksana melihat persoalan Tegister 40 ini”kata Haris Simbolon ,anggota DPRD Palas melukiskan suasana hati masyarakat setempat ketika diwawancarai Batak Pos Rabu 19/8.
Perkebunan Kelapa Sawit yang dikelola pengusaha DL Sitorus itu berada diwilayah register 40 Palas.Sudah beberapa kalo sejak diputus Mahkamah Agung (MA) akan diaksekusi.Namun sudah dua tahun lamanya Eksekusi belum juga bisa dilaksanakan oleh pihak aksekutor,Kejaksaan Agung.
Dijelaskan,banyak hal yang tidak pasti ,belum diketahui masyarakat secara luas mengapa eksekusi itu tidak terlaksana,padahal Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sebagai pelaksananya sudah beberapa kali melakukan koordinasi dengan instansi terkait.Bahkan juga telah dilaksanakan sosialisasi hingga kelokasi.Terahir Mentri Kehutanan MS Kaban bertemu Jaksa Agung,ada keputusan agar eksekusi segera dilaksanakan. Demikian juga soal pengamanan Polda Sumut belum mau menerima begitu saja soal pengamanan dilapangan bila eksekusi dilakukan dalam waktu dekat ini.”Tampa mengurangi rasa hormat masyarakat kepada keputusan hukum pada wilayah Register 40 ini,didalamnya masih banyak yangg harus ditelaah,baik soal hukum,sosial maupun kehidupan masyarakat.Sesungguhnya yang paling dekat dan mengetahui kondisi daerah ini adalah kami.Tapi sampai sekarang belum ada satu instansi manapun yang pernah menanyakan persoalan ini kepada kami,”tutur Haris Simbolon.
Pemda kata Simbolon ,Khususnya DPRD Palas sebenarnya tidak menyetujui wilayah Register 40 dieksekusi.Sebab masyarakat disini hidup dari hasil perkebunan Kelapa Sawit.Jangan gara gara surat rekomendasi Gubsu nanti terjadi protes masyarakat yang berdampak pada stabilitas,rugi kita”tegas Simbolon.
Politisi PDIP ini melihat Regiter 40 bukannya hanya persoalan hukum,tetapi sudah bernuansa kepentingan tertentu yang pada gilirannya merugikan kehidupan masyarakat,terutama 6000 kepala keluarga yang mengikuti pola PIR (Perkebunan Inti Rakyat) diwilayah ini.Kondisi ini yang paling kami khawatirkan karena hampir semua anggota Dewan tidak menyetujui pelaksanaan itu.”

By maujanaadilmakmur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s